Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI mempunyai dekan baru, yaitu Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N yang terpilih untuk memimpin FIK pada periode 2018-2022 setelah melalui proses asesmen pada Rabu (22/11/2017) di Ruang Rapat A Gedung Rektorat UI Depok.
Dengan visi “Bersinergi Dalam Harmoni: Mengantarkan FIK UI Menjadi Pusat Pendidikan Keperawatan Unggul di Asia Tenggara” Agus menekankan pada peningkatan kualitas dalam menghadapi Masyarakat Komunitas ASEAN.
Menurutnya, One Community Asean meningkatkan suasana persaingan lulusan keperawatan di regional ASEAN, termasuk Indonesia.
Mobilitas tenaga kerja perawat menjadi lebih bebas sehingga kualitas menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam persaingan tenaga kerja antar negara.
Dalam upaya peningkatan kualitas ini, terdapat beberapa kelemahan FIK UI yang menurut Agus harus dibenahi.
Diantaranya adalah rasio dosen dan mahasiswa yang tidak seimbang, kurangnya sinergitas fungsi dan koordinasi, keterbatasan fasilitas, serta kurangnya pembimbing praktik profesi.
Salah satu program ungggulan Agus dalam membenahi kelemahan ini adalah program peningkatan status akreditasi AUN dengan cara perapihan sistem keuangan dan administrasi FIK.
Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan, ia ingin setiap departemen menjalankan 3 jenis training berkala 2x dalam setahun, dan mengembangkan usaha mandiri seperti penitipan anak bayi.
Dalam jangka panjang ia juga ingin meningkatkan kuota pascasarjana, membentuk pusat-pusat studi untuk menguatkan proyek riset dan hibah, dan pembukaan kelas internasional.
Ketua Pusat Administrasi FIK UI ini juga ingin menggelar staff-student forum dan pendirian Pusat Kajian Kolaborasi, yang bertugas melakukan training keperawatan sehingga mendatangkan pendapatan bagi FIK.
“Saya yakin dengan bersinergi dalam harmoni FIK UI akan menjadi pusat unggulan keperawatan di Asia Tenggara,” tutupnya.
Proses asesmen dapat dilihat di tautan resmi Universitas Indonesia berikut ini: