Medical Education Unit (MEU) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) meraih penghargaan dalam kategori Penerbit Perguruan Tinggi pada acara Pekan Penghargaan Pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Pustakawan Ahli Utama (Pustama) Perpusnas RI Dra. Woro Titi Haryanti, M.A kepada Sekretaris MEU FKUI dr. Erfi Prafiantini, M.Kes., di Ruang Auditorium Soekarman, Gedung Perpusnas RI, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada Penerbit dan Produsen Karya Rekam yang patuh melaksanakan kewajiban sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.
Penghargaan ini diperoleh MEU FKUI berkat keaktifan dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan karya Cetak dan Karya Rekam. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa setiap penerbit wajib menyerahkan dua buah cetakan dari setiap judul karya cetak yang dihasilkan kepada Perpusnas RI dan Perpustakaan Daerah di Ibu Kota Provinsi yang bersangkutan, selambat-lambatnya tiga bulan setelah diterbitkan.
Dalam pelaksanaannya, MEU FKUI selalu mengirimkan karya cetaknya dan sejak 2012 hingga 2022 MEU FKUI telah menerbitkan 1052 buku. Jenis buku yang diterbitkan, di antaranya Buku Rancangan Pengajaran, Buku Panduan Staf pengajar, Buku Pedoman Kerja Mahasiswa, dan Buku Panduan Praktikum baik di FKUI maupun FK yang di ampu oleh FKUI dan jenis buku lainnya, seperti buku kurikulum FKUI dan MEU series. Selain didaftarkan sebagai karya cetak, materi pengajaran ini juga diproses pendaftaran hak kekayaan intelektualnya kepada institusi terkait.
Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, mengatakan bahwa MEU memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di dalam mengembangkan berbagai materi pengajaran. Ia juga menyebutkan bahwa dalam perjalanannya, MEU selalu berkolaborasi dengan staf pengajar, tim modul, dan tenaga kependidikan dalam mengelola dan mengembangkan berbagai produk pendidikan. Prof. Ari berharap penghargaan ini dapat menjadi inspirasi dan semangat bagi seluruh staf pengajar dan tenaga kependidikan di FKUI untuk terus berkolaborasi dalam memperkaya literatur nasional.
Sementara itu, Ketua MEU FKUI, Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D, menyampaikan, penghargaan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, yaitu para dosen dan tenaga kependidikan di MEU FKUI yang tertib terkait BRP. “Bersyukur dan sangat berterima kasih kepada teman-teman sekretariat MEU yang tertib administrasi dan tertib menerapkan Panduan Operasional Baku terkait BRP. Dan tentunya hal ini berkat kerja sama seluruh staf pengajar dalam tim modul yang memperbaharui BRP secara teratur. Semoga pencapaian ini dapat memberikan semangat kepada seluruh staf pengajar dan tenaga kependidikan di FKUI dan makin mendorong kolaborasi yang lebih baik,” kata Prof. Ardi.
Pada Pekan Penghargaan yang diselenggarakan pada Rabu (6/9) ini, Perpusnas RI memberikan enam kategori penghargaan yang ditujukan kepada 27 pelaksana aktif serah yang telah tertib menyerahkan karyanya. Kategori-kategori tersebut, di antaranya Penerbit Majalah/Buletin, Penerbit Surat Kabar/Tabloid, Penerbit Monograf, Penerbit Perguruan Tinggi, Penerbit Kementerian/Lembaga, dan Produsen Karya Rekam (Monograf).
Sebelumnya, pada 2018 MEU FKUI juga telah mendapatkan penghargaan Grey Literature dari Perpusnas RI atas keaktifan MEU FKUI dalam melaksanakan Undang-Undang nomor 4 tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Grey literature diartikan sebagai hasil karya yang diterbitkan atau dihasilkan oleh suatu lembaga, baik pemerintah, pendidikan, sektor bisnis maupun industri. Karya yang diterbitkan atau dihasilkan berupa format tercetak maupun format elektronik, namun karya-karya tersebut tidak dikendalikan oleh kepentingan komersial dan kegiatan publikasinya bukan merupakan kegiatan utama organisasi.