Penulis: Alfin Heriagus
Klinik Satelit Makara Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan seminar daring bertema “Mahasiswa UI di Bawah Ancaman Budaya Mager” pada Minggu (13/06/2021) melalui kanal Zoom dan Youtube Klinik Makara Satelit UI. Sebagai pembuka acara, ditampilkan video profil Klinik Satelit UI, dilanjutkan dengan sambutan oleh Sekretaris Univesitas dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D.
Dalam sambutannya, dr. Agustin mengatakan bahwa tanpa disadari masyarakat sedang mengalami budaya “Mager”. Hal ini karena masyarakat sedang menghadapi pandemi COVID-19 yang mengharuskan mereka berdiam diri di rumah dan membatasi sosialisasi. Situasi ini mengakibatkan kebiasaan berolahraga untuk menggerakkan tubuh menjadi terbatas. Jika merujuk pada profil kesehatan di Indonesia, maka terlihat dalam sepuluh tahun terakhir angka penyakit tidak menular meningkat secara konstan, seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan lainnya. Menurutnya, untuk mencegah penyakit-penyakit tidak menular tersebut, selain menjaga pola makan, hal lain yang harus dilakukan adalah melakukan aktivitas fisik.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Ika Malika, M.Psi., dan menghadirkan tiga pembicara yaitu Dr. Tito Latif Indra, M.Si (Direktur Kemahasiswaan), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB (Dekan Fakultas Kedokteran), dan dr. Andhika Raspati Sp.KO. (Spesialis Kedokteran Olahraga).
Pada sesi satu, Dr. Tito Latif Indra, M.Si menyampaikan materi tentang “UI Kampus Bergerak”. Menurutnya, pandemi ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik seseorang namun juga mengancam kesehatan mental. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), selama pandemi, angka orang yang mengalami masalah psikologis mencapai lebih dari 60%, dengan sekitar 64.8% orang mengalami kecemasan, 61.5% depresi, dan 74.8% trauma. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, seperti membatasi asupan informasi, melakukan hal positif, dan melakukan relaksasi seperti meditasi.
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB dalam pemaparannya memberikan materi mengenai “Obesity, Yang Bikin Ngeri”. Ia menyampaikan bahwa penyebab utama dari obesitas adalah pola makan yang berlebih dan gaya hidup kurang gerak. Menurutnya, hal ini dapat memunculkan komplikasi lain seperti kesulitan bernapas, penyakit paru, jantung, diabetes, dan lainnya. Prof. Ari juga mengingatkan bahwa obesitas bisa dicegah dengan pola hidup sehat, menjaga pola makan, aktif bergerak, dan motivasi.
Kegiatan aktivitas fisik juga menjadi materi utama dari pemaparan dr. Andhika Raspati Sp.KO yang berjudul “Ayo Gerak! Jurus Pamungkas Mengatasi Obesitas”. Ia menyampaikan bahwa apabila kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak dibandingkan yang keluar, maka berat badan akan meningkat, dan sebaliknya. “Komponen kalori yang keluar terdiri dari dua, yakni basal metabolic rate dan aktivitas fisik (gerak). Basal metabolic rate merupakan kalori yang tubuh seseorang yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar tubuh. Aktivitas fisik meliputi olahraga, latihan fisik, dan NEPA (Non-Exercise Physical Activity),” ujarnya.
Klinik Satelit Makara UI merupakan klinik rujukan awal yang dibangun untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga sekitar lingkungan UI maupun masyarakat umum sebelum dirujuk ke rumah sakit. Seminar daring ini diadakan sejalan dengan tujuan pelayanan Klinik Satelit Makara UI, yaitu mendukung warga UI agar tetap sehat, baik fisik maupun mental. Setelah pemaparan oleh ketiga narasumber berakhir, moderator memandu untuk berfoto bersama narasumber dan peserta.