Depok, 15 September 2023. Tim Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengukir prestasi gemilang di ajang kompetisi internasional NUS Medical Grand Challenge (MGC) di National University of Singapore (NUS), Singapura. Mereka berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam kompetisi ini yaitu, People’s Choice Award dan Long Term Sustainability Award.
Penghargaan Long Term Sustainability Award diberikan berdasarkan penilaian juri yang menyatakan bahwa inovasi yang mereka tawarkan memiliki potensi berkelanjutan dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Sementara itu, People’s Choice Award diperoleh berdasarkan dukungan terbanyak dalam voting pada hari final kompetisi.
Tim UI beranggotakan 7 orang mahasiswa, yang terdiri atas 4 mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UI yaitu, Maritza Andreanne Rafa Ayusha; Bryanna Infinita Laviashna Saputro; Alvreyna Cherienda Laviashna Saputro; dan Diski Saisa bersama 2 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI (Fasilkom) UI yaitu, Mohammad Bramantyo Putra Kusuma dan Qalbun Salim Buanaputra; serta 1 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI Qoirunnisaa Mauliya Wardani.
Di bawah bimbingan Staf Pengajar Departemen Ilmu Gizi FKUI, dr. Lily Indriani Octovia, MT, M.Gizi, Sp.GK, tim UI mengusung karya inovasi berupa aplikasi bernama DiabEats. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam mengelola pola makan mereka.
Bryanna Infinita Laviashna Saputro, salah seorang anggota tim, mengungkapkan, “Dengan prevalensi diabetes mellitus (DM) tipe 2 yang terus meningkat di seluruh dunia, pengaturan pola makan menjadi kunci utama dalam pengobatan penyakit ini. Sayangnya, banyak pasien yang masih kesulitan dalam mengelola pola makan mereka karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran,” kata Bryanna.
DiabEats hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini. Aplikasi ini memungkinkan pasien DM tipe 2 untuk menentukan porsi dan jenis nutrisi yang dibutuhkan secara spesifik dan terpersonalisasi. Keunggulan lainnya adalah fitur scanner makanan yang memudahkan pengguna untuk mengidentifikasi komposisi nutrisi dalam makanan yang mereka konsumsi.
NUS MGC adalah sebuah kompetisi inovasi medis yang diadakan setiap tahun oleh National University of Singapore, Yong Loo Lin School of Medicine sejak tahun 2016. Kompetisi ini menguji kemampuan mahasiswa dari berbagai negara, untuk menciptakan suatu inovasi yang solutif terhadap permasalahan kesehatan yang ada saat ini. NUS MGC diadakan dalam beberapa babak, dimulai sejak babak tertulis hingga babak final, yang mengharuskan para tim untuk mempresentasikan karya inovasi mereka secara langsung di depan para juri melalui oral pitch dan booth presentation.
“Kami sangat senang sekali karena turut serta mengharumkan nama FKUI dan UI di kancah internasional. Banyak sekali hal baru yang kami pelajari sepanjang perjalanan kami menyusun dan merancang DiabEats. Tidak hanya itu, kami juga belajar berbagai softskills seperti kepemimpinan, kerja tim, komunikasi, manajemen waktu. Selain itu, hal utama adalah keterampilan berbicara di depan publik saat meyakinkan juri selama sesi booth presentation dan oral pitch. “Kami juga memiliki kesempatan berharga untuk membangun jaringan internasional dengan mahasiswa kedokteran, teknik, dan bisnis, di mana kami dapat saling bertukar ide dan pandangan terkait isu-isu kesehatan di Singapura dan solusinya,” ujar Bryanna.
Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB. mengapresiasi prestasi gemilang Tim UI pada kompetisi yang digelar pada 19 Agustus lalu. Capaian ini adalah buah dari kerja sama tim yang mencerminkan dedikasi, kerja keras dan semangat inovasi yang tinggi dari para mahasiswa UI. “Kepada pembimbing dr. Lily Indriani Octovia, MT, M.Gizi, Sp.GK, saya mengucapkan terima kasih atas ilmu dan bimbingannya kepada para mahasiswa. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha meraih kesuksesan dalam berbagai kompetisi internasional,” kata Prof. Ari.