Depok, 11 November 2024. Dalam rangka mengembangkan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Bosnia-Herzegovina, Universitas Indonesia (UI) mengadakan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sarajevo. Kedatangan delegasi KBRI Sarajevo yang dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Bosnia-Herzegovina, Drs. H. Roem Kono, M.I. Pol., disambut oleh Sekretaris Universitas, dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D.; Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA; serta Direktur Kerja Sama, Dr. Toto Pranoto.
dr. Agustin meyakini bahwa kolaborasi antara UI dan perguruan tinggi di Bosnia-Herzegovina dapat diperluas. “Kami memiliki harapan positif akan penjajakan kerja sama ini mengingat ada riwayat implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara UI dan University of Zenica pada 2019 melalui mekanisme pengiriman mahasiswa Fakultas Kedokteran UI untuk belajar selama beberapa bulan di sana,” kata dr. Agustin, pada pidato sambutan atas kunjungan yang dilakukan pada Kamis (31/10) lalu, di Ruang Rapat A, Lantai 2, Gedung Pusat Administrasi Universitas, Kampus UI Depok.
Sebelumnya, UI pernah menjalin kerja sama dengan lima perguruan tinggi di Bosnia-Herzegovina, yakni University of Tuzla, University of Sarajevo, University Dzemal Bijedic of Mostar, University of Zenica, dan University of East Sarajevo. Kerja sama UI dan University of Zenica kini masih aktif, sementara empat lainnya perlu diperbaharui. Oleh karena itu, Duta Besar Roem Kono menyatakan kesiapannya menjadi perantara bagi UI dan perguruan tinggi di Bosnia Herzegovina agar kerja sama ini terus berjalan.
Kerja sama UI dan universitas di Bosnia-Herzegovina akan dimulai dengan program pertukaran pelajar. Duta Besar Roem Kono menyebut bahwa mekanisme exchange program dapat melibatkan sivitas lainnya, seperti dosen dan tenaga kependidikan, sebagaimana yang disampaikan oleh Rector of University of Zenica, Prof. dr. Jusuf Durakovic. “Prof. Jusuf berpesan agar UI tidak ragu melibatkan lebih banyak pihak, sebab kami di sini akan menyiapkan akomodasi terbaik untuk putra-putri terbaik dari Indonesia. Kami juga mengundang UI berkunjung ke KBRI Sarajevo untuk melihat kesiapan Bosnia-Herzegovina menerima mahasiswa internasional,” ujarnya.
Bosnia-Herzegovina merupakan negara di kawasan Eropa Tenggara yang memiliki kualitas pendidikan cukup baik dengan 8 universitas negeri dan 22 universitas swasta. Pendidikan di negara ini unggul dalam bidang kedokteran, kedokteran gigi, teknik industri, dan teknik metalurgi. Tiga universitas, yakni University of Sarajevo, University of Banja Luka, dan University of East Sarajevo, masuk 5% teratas di tingkat global berdasarkan Webometrics Ranking. Ini membuktikan bahwa para lulusan universitas tersebut mampu bersaing dengan lulusan kampus top di Uni Eropa.